Belajar Memaknai Simbul dan Fungsi dalam dunia spiritual sangatlah penting. Sebab ketika kita memaknai simbul dan fungsi itu keliru alias salah, maka yang terjadi adalah kekeliruan dalam meyakini sesuatu / keyakinan, kekeliruan dalam melakukan ritualitas bahkan hingga keliru dalam berperilaku.
Sebagai contoh ; Presiden adalah Fungsi. Yakni berfungsi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Simbulnya ; bisa berganti-ganti dalam kurun waktu 5 tahun sekali.
Dan berbicara spiritual kita akan sederhanakan menjadi seperti sebuah analogi bahwa ; Jika engkau haus, pastikan kamu segera meminum air. Terserah mau minum air bening dari galon, air bening yang sudah kamu masak, air aqua, le mineral, Cleo, Ades atau air susu, kopi atau apapun itu jenis airnya. Sebab pada akhirnya jika engkau benar-benar haus, dan engkau ingin kehausan itu segera hilang, engkau hanya akan meminum air, dan tak peduli itu air yang memiliki MERK apa, atau jenis air apa. Haus ya minum ini poin pentingnya.
Tuhan adalah sebuah konsep. Dan Setiap konsep melahirkan kata-kata. Kata-kata yang diyakini dengan sungguh-sungguh akan melahirkan energi. Energi yang telah menggumpal akan menggerakan perilaku. Tuhan dimata saya pribadi adalah Sang Realitas sejati yang tak terbantahkan. Artinya bersedia menerima realita hidup, baik dalam keadaan susah maupun senang, sedih atau bahagia, sakit, terluka dan lain-lain. Berarti kita sudah sampai pada makon menerima dan bersedia atas keberadaan Tuhan.
Memastikan tidak ada illah selain Alloh adalah sebuah keniscayaan. Illah itu sendiri bagi saya adalah expektasi (keinginan) so, memastikan tidak ada keinginan lain yang ada dalam pikiran dan hati kita selain Alloh dan bersedia menerima realita hidup adalah pengejawantahan atas setengah kalimat syahadat ; "Asyhadu an laa ilaha illallah" - Saya telah bersaksi, saya telah menyaksikan dengan sungguh-sungguh, saya telah memahami dan saya mengerti serta saya merasakan bahwa Alloh itu ada - Alloh kehadiranNya sungguh sangat terasa.
Jika penderitaan ini adalah celah masuknya Cahaya Ketuhanan. Dan Nafas ini adalah masuknya Sang Aku. Maka bersedia untuk megambil khikmah atas pelajaran hidup adalah sebuah keniscayaan. Bukankah Tuhan senantiasa memberikan pelajaran melalui kalam?
"Iqro bismirabbikalladzi kholaq" artinya ; Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. - Al-Quran ; Surat Al-Alaq ; Ayat 1
Dan jika nafas ini adalah masuknya Sang Aku. Maka sadar nafas ini menjadi sangat penting. Kita bisa membayangkan andai saja kita sudah tidak bisa bernafas lagi, lalu apa kata dunia. Matilah kita. Pertanyaan-nya adalah ada berapa orang yang senantiasa sadar nafas ini?
Memastikan disetiap tarikan nafas kita terucap kata "hu" dalam hati dan disetiap hembusan nafas kita ada kata "Alloh" berarti kita telah berupaya untuk senantiasa bersamaNya, menghidupkanNya didalam hati sebab Ia Sang Maha Hidup. Tiada Sang hidup melainkan Ia dan tiada yang abadi selain Tuhan. "Tan Keno Kinoyo Ngopo".
Conclusion :
- Memastikan tiada illah (ekpektasi) selain Alloh.
- Bersedia menerima realita hidup.
- Berani dan bisa mengambil khikmah disetiap jengkal perjalanan hidup.
- Sadar Nafas sebab nafas adalah masuknya Sang Aku.
Inilah alasan mengapa sila pertama dalam Pancasila adalah : Ketuhanan Yang Maha Esa. BUKAN Tuhan yang Maha ESA. Sebab "Ketuhanan" adalah kata sifat. Mari bersama-sama kita benahi Syahadat kita dengan benar, maka sholat dan ibadah kita yang lain akan benar serta berada ditempat yang pas alias proper / shaleh.
Together we learn, we rise, we serve with love
Pendiri Vnation Class
Wahono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar