Berbicara tentang Personal Building sama saja dengan kita bicara tentang membangun Kwalitas Diri. Dan membangun Kwalitas Diri mustahil tanpa di mulai dari membangun sebuah KESADARAN DIRI. So..., Kesadaran Diri inilah tiang utama untuk memulai perjalanan Kwalitas Diri yang disebut dengan TAQWA.
Lalu dari mana kita mulai menumbuh kebangkan sebuah Kesadaran Diri?
Mengapa Sadar itu PETING?
Mengapa Sadar itu PETING?
PENTINGNYA SADAR DIRI
Sadar diri untuk seseorang itu teramat penting. Sebab lawan kata dari sadar adalah tidak sadar. seseorang dalam keadaan tidak sadar bisa jadi ia sedang tidur, pingsan, mabok atau bisa jadi karena gila. Namun demikian coba ita bahas sedikit mendalam.
Sadar diri untuk seseorang itu teramat penting. Sebab lawan kata dari sadar adalah tidak sadar. seseorang dalam keadaan tidak sadar bisa jadi ia sedang tidur, pingsan, mabok atau bisa jadi karena gila. Namun demikian coba ita bahas sedikit mendalam.
- Jika seseorang dalam keadaan Tidur, janganlah ia diajak untuk bercakap-cakap. Sebab ia dalam keadaan tidak sadar. Pasti tidak akan nyambung. Percumah dan buang-buang waktu. so..., kita yang dalam keadaan sadar, mesti paham betul akan posisi ini. Namun demikian selama-lamanya orang normal tidur, tentu tidak akan sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Tidur (dalam keadaan tidak sadar) memiliki batas waktu atau hitungan jam). Tunggu ia terbangun dan sadar, baru kita ajak berbicara.
- Jika seseorang dalam keadaan Pingsanpun, ia tak sadarkan diri. Dan berapa lama orang mengalami pingsan? pun juga dapat dihitung dengan durasi jam, jarang orang normal pingsan hingga berminggu-mingg, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Tapi pingsan tetaplah pingsan atau tidak sadar.
- Jika seseorang dalam keadaan Mabok, iapun juga tak sadarkan diri. Tetapi sekali lagi, berapa lama durasi waktu seseorang dalam keadaan mabok? Tentu tetap bisa di hitung dalam durasi waktu jeam. Jarang kita jumpai seseorang yang dalam keadaan mabok alias tak sadar, hingga berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan mabok dalam hitungan tahunan lamanya.
- Terakhir ini yang agak krusial. Sebab keadaan GILA ini juga sama-sama dalam keadaan tidak sadar alias tidak waras. Nah..., kalau yang kasus ini tentu bisa berbulan-bulan lamanya bahkan bisa tahunan. Tetapi apakah ada orang gila yang bisa disembuhkan? Jawabanya ada dan cukup banyak.
Dan dalam realita kehidupan sosial kita, hampir orang-orang yang kita jumpai adalah orang-orang yang dalam keadaan sadar ( 99,9% ). Namun demikian, fakta dan realita dalam kehidupan sosial kita, kita cukup sedikit menjumpai orang-orang yang sadar tersebut, benar-benar telah terbangun kesadaran dirinya. Pada titik inilah kita akhirnya dapat memahami letak perbedaan antara orang dan manusia.
- Orang adalah identitas yang membedakan sesama makhluk Tuhan. - (cangkang)
- Manusia adalah seseorang yang telah memiliki Kesadaran Diri akan eksistensinya sebagai Abdullah (hamba Allah) sekaligus Khalifatullah fil ardhi (pemimpin dimuka bumi) - (velue)
TIGA SYARAT UTAMA DALAM MEMBANGUN SEBUAH KESADARAN
Ada tiga syarat utama untuk membangun sebuah kesadaran diri. Dan ketiganya adalah Skill atau keahlian. Sebab ketiganya adalah keahlian, maka syarat untuk dapat mendapatkan keahlian tersebut harus dikerjakan dan terus berulang-ulang, hingga menjadi sebuah kebiasaan atau karakter. Dan ketiga hal tersebut adalah ;
- Berhenti Menjadi Orang Pelit
- Kendalikan EGO
- Berani Memaafkan Kesalahan Orang Lain
Seseorang yang disebut pelit karena ia lebih suka menggenggam apa yang ia miliki. Ia lupa bahwa salah satu hukum semesta adalah TERIMAKASIH. Setelah kita menerima rizky dari Tuhan dalam bentuk apapun maka seyogyanya kita berani memberi (forward) sebagian dari rizky tersebut untuk orang lain atau sesama. Sehingga Putaran salah satu hukum semesta ini dalat berjalan dengan normal. Tidak akan ada ketimpangan sosial yang terlalu menganga akibat yang kaya tidak mau membantu yang miskin.
Dan penyakit pelit ini hampir 90% adalah berhubungan dengan materi. Jarang kita jumpai penyakit pelit ini yang berkaitan dengan immaterial (sesuatu yang bukan matari). Semakini banyak ia menggenggam materi, maka semakin berat ia menanggung beban.
Agar beban hidup ini terasa ringan, tiada lain kecuali satu, yakni ; lepaskan genggaman materi yang mestinya harus dilepaskan. Semakin banyak yang kita lepaskan, maka semakin ringan beban hidup kita. Inilah pentingnya pengetahuan tentang Ilmu Zuhud dan arti penting tentang kedahsyatan Sedekah serta pentingnya belajar menghilangkan kemelekatan. Agar kita tidak terjebak pada sebuah materi dan non materi.
Kendalikan EGO
Pasal 1, ayat 1 ; Bahwa manusia itu tidak pernah memiliki masalah dengan siapapun dan apapun diluar dirinya. Masalah manusia itu terletak pada dirinya sendiri. Terjadinya perkelahian dalam hal kecil hingga peperangan dalam hal besar, sejatinya bersumber pada keEGOISAN seseorang. So..., kita bisa membayangkan apa jadinya dunia ini jika kita tidak mau belajar pentingnya mengendalikan ego.
Untuk apa kita harus mati-matian mempertahankan sebuah harga diri, jika ujungnya hanyalah demi gengsi semata yang dikedepankan. Untuk apa kita memperjuangkan mati-matian agar kita bisa di pandang dan dihormati orang lain, yang ujung-ujungnya kita harus mengorbankan banyak hal, dimana dari banyak hal tersebut kita harus mengorbankan rasa / perasaan orang - orang yang kita sayangi? Untuk apa kita harus mati-matian untuk mempertahankan sebuah jabatan dan penghormatan, jika ujung-nya kita harus mengorbankan ratusan, ribuan bahkan jutaan nyawa orang lain? dan seabreg pertanyaan atas nama EGOISME personal.
Dalam konteks ini apapun persoalan hidup sesungguhnya yang diperlukan adalah mencari jalan kedalam diri BUKAN mencari jalan keluar diluar diri pribadi. Mengapa keadaan kita jadi terasa sulit? Mengapa beban hidup jadi terasa semakin berat? Mengapa masalah datang terus bertubi-tubi? Jawabannya ada dalam diri kita masing-masing.
Kendalikan EGO kita maka kita akan menemukan celah cahaya Ketuhanan dan jawaban atas semua problem yang muncul dalam perjalanan hidup kita. Tua itu pasti tapi dewasa belum tentu.
Berani Memaafkan Kesalahan Orang Lain
Skill atau keahlian untuk dapat memaafkan kesalahan orang lain ini adalah skill yang saya bilang level The Ultimat Skill. Yakni kehalian yang paling utama.
Sebab Memaafkan itu bukan berarti ia layak untuk dimaafkan, tetapi memaafkan itu karena kamu layak dan berhak untuk bahagia. Dan memaafkan bukan berarti melupakan, tetap ingat bahwa kamu sudah tidak emosi lagi.
Dan berbicara memaafkan, kita mesti melepas Empat Penyakita Stadium Memaafkan, Sebab tanpa kita melepas keempat penyakit ini, kita akan sulit untuk belajar bagaimana memafkan. Dan Keempat penyakit stadium memafkan itu adalah :
- Iri : tidak suka melihat keberhasilan orang lain
- Benci : Semua perilaku orang yang kita benti akan terlihat jelek dan tak berharga.
- Dengki : Senang melihat orang susah, susah melihat orang senang.
- Dendam : Kamu meminum racun, berharap orang lain yang mati.
Inilah pentingnya belajar dan terus belajar tentang tiga keahlian tersebut diatas, yakni Berhenti jadi orang pelit, Mengendalikan EGO dan Belajar memaafkan kesalahan orang lain, ketika kita akan belajar tentang Ilmu Kesadaran.
Sebab Ilmu Kesadaran ini akan menjadi sia-sia ketika kita masih dihinggapi oleh tiga poin penting tersebut diatas. Sampai dimana level belajar kita? Jawabnnya ada pada diri sendiri.
Dan perihal "how to creat persolan building" yang lain, akan kita kupas satu persatu pada artikel berikutnya.
Together we learn, we rise, we serve with love
Tidak ada komentar:
Posting Komentar